TD. Pardede di Mata BJ Habibie

“Sangat penting menulis buku tentang TD. Pardede, terutama untuk generasi muda pada saat ini. Pada saat apa yang ada itu dihilangkan dan apa yang tidak ada dibuat ada. Sudah terlalu banyak “tukang sulap” di Negara ini, serba instant.

Sekarang ini kita lebih mengandalkan sumber daya alam daripada sumber daya manusia. Kita juga lebih berorientasi jangka pendek daripada jangka panjang, mengutamakan citra daripada karya nyata. Kita lebih melirik makro daripada mikro ekonomi, mengandalkan cost added dibandingkan dengan value added. Lebih berorientasi pada neraca perdagangan dan pembayaran daripada neraca jam kerja. Kita lebih menyukai jalan pintas daripada kejujuran dan kebaikan. Kita telah menganggap jabatan (power) sebagai tujuan daripada sebagai sarana untuk mencapai tujuan (amanah).

Keadaan paradoksial ini sangat berbahaya bila tidak segera kita sadari dan koreksi. Kita sebaiknya mencontoh dari apa yang telah dilakukan oleh seorang TD. Pardede. Beliau telah melakukan kebalikan dari keadaan kita sekarang ini, dan itu dilakukannya di masa yang lalu. Beliau lebih mengandalkan sumber daya manusia daripada sumber daya alam, dan lebih berorientasi jangka panjang, mengutamakan karya nyata daripada citra. Beliau juga menyeimbangkan pendekatan makro dan mikro ekonomi dan mengandalkan value added daripada cost added. Sebagai seorang pemimpin pun, beliau menyadari jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Tentunya semua itu melalui proses yang tidak mudah. Jika dibandingkan dengan kita sekarang, beliau dulu jauh lebih miskin dan tidak memiliki pendidikan tinggi. Namun beliau telah menjadi sebuah fakta “from nothing to everything”. Beliau telah berhasil mensinergikan secara positif, budaya, agama, dan ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan banyak hal yang luar biasa dan bermanfaat bagi semua. Tidak mengherankan bila beliau sukses menjadi seorang pengusaha besar yang tetap beragama dan berbudaya, memiliki rasa sosial yang tinggi dan mendahulukan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negaranya.

Bercermin dari TD. Pardede, kita mesti berkeyakinan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh keunggulan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki nilai-nilai budaya dan agama yang tinggi, serta memahami dan menguasai mekanisme pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prasyarat merdeka dan bebas telah kita raih bersama untuk masa depan yang lebih sejahtera, tentram, dan cerah merata bagi kita.” Bacharuddin Jusuf Habibie, Mantan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Riset dan Teknologi RI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s